AZROHAL HASAN

HISTORY NEVER DIES

Razi dan Binatang Besar di Belakang Rumah

21 March 2016 - dalam Umum Oleh azro_el-fib11

Pagi itu tepat pukul 05.00 suara ayam berkokok membangunkan tidur seorang pemuda yang bernama Razi, setelah terkejut dengan suara ayam yang bergantian layaknya genderang bahwa perang akan dimulai. Membuat Razi bergegas cuci muka, mata serasa masih ingin terlelap mencoba dilawannya karena dibelakang rumah menunggu empat ekor hewan, yang berwarna coklat, berbadan besar, dan pemakan rumput. Yang mengaung miminta Razi datang membersihkan kotorannya, hidung Razi seperti sudah terbiasa mencium aroma khas kotoran itu dengan cekatan dia membersihkan kotoran yang terkumpul semalam. Razi mempunyai harapan, agar kotoran itu dapat dimanfaatkan sebagai gas untuk bahan bakar kompor gas, karena selama ini kotoran itu hanya menggunung dibelakang rumah layaknya anak gunung Krakatau. Harapan besar yang ingin diwujudkan itu, serasa masih dalam angan-angan.

Cita-cita Razi yang ingin melanjutkan pendidikan di jurusan Kedokteran Hewan. Untuk belajar masalah peternakan belum tercapai, karena hasil tes masuk nasional penerimaan Mahasiswa di Perguruan timggi, dia malah diterima di jurusan Sejarah yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hewan berbadan besar itu. Meskipun masuk jurusan Sejarah Razi tidak patah semangat, mungkin nanti dia akan menemukan mata kuliah Sejarah Kehewanan, Sejarah Peternakan, atau mungkin juga Sejarah Binatang- binatang besar.

Razi adalah sosok pemuda yang komunikatif dia mudah diterima kawan-kawannya dari berbagai latar belakang yang berbeda, Hal ini yang membuat Razi akhirnya aktif diberbagai organisasi di Kampus Kuning Biru yang indah di Timur Negeri Bahari, awal Razi ikut organisasi keagamaan, bermula keingin-tahuannya untuk memperdalam agama, karena kata orang-orang kalua sudah kuliah itu susah belajar Agama yang identik sebagai budaya orang timur mahasiswa cukup tersibukkan belajar kuliah dengan literatur ilmu-ilmu barat, kalau di kuliah itu yang penting kita pandai belajar dikelas, dapat nilai tertinggi agar kita bisa disebut Excellent. Di Kampus indah ini masalah moral dan agama kembali kepada tanggung jawab masing-masing Mahasiswa, Razi pun merasa bingung karena semua ini berbeda ketika dia belajar di Desa dengan guru-guru yang lebih cenderung fokus membangun moral dan agama siswanya, karena kata gurunya sampai kapan pun masalah moral dan agama itu yang menentukan arah hidup.

Satu, dua, tiga dan empat organisasi telah Razi ikuti, yang berlatar belakang organisasi agama, budaya, olahraga, pergerakan, dan eksekutif. Namun hasrat Razi masih tetap seperti telur yang di dalam wajan yang mudah digoyang-goyang. Razi mulai resah dengan keadaannya keinginan dia agar masalah ilmu pengetahuan dunia dan agama bisa seimbang dan menjadi Manusia seperti yang diceritakan dalam karya-karya sastra, membuat Razi jenuh dan akhirnya dia ingin menyelesaikan pertanyaannya di awal perkuliahan untuk kembali memikirkan peternakan bapaknya di rumah.

Setelah Razi melewati semester enam dia sadar bahwa mata kuliah Sejarah peternakan yang diinginkannya sebelum masuk kuliah masih tetap belum ditawarkan dari semester satu hingga semester enam, mata kuliah itu tak kunjung  datang. Kemudian dia bertanya ke Dosen Sejarah di Ruang Dosen Sejarah, “Pak dikampus mana ada Jurusan Sejarah yang ada mata kuliah sejarah tentang Peternakan atau hewan?”, Dosen menjawab: Di Jurusan Sejarah kita hanya mempelajari Sejarah Manusia, selama saya menjadi Dosen saya belum pernah tau ada Mata Kuliah Sejarah Peternakan atau hewan.

Setelah pertanyaan itu Razi merasa bingung karena selama ini Dosen yang dipercayainya pun tidak tau tentang pertanyaannya, kebetulan Razi mempunyai teman dari Jurusan Dokter Hewan, “Ruminansia” namanya, biasa dipanggil Rum. Razi kemudian meminjam beberapa buku dari Rum untuk dia pelajari sendiri dia tidak peduli kalau selama ini Jurusan Sejarah yang diambilnya sangat terbatas pembahasannya, Sejarah hanya menulis tentang Manusia yang mempunyai akal dan pikiran, dan mempunyai derajat lebih tinggi dari makhluk tuhan yang lain. Razi akhirnya mempunyai keinginan untuk menulis tugas akhir tentang Sejarah hewan berbadan besar dibelakang rumahnya, dia beranggapan bahwa hewan itu telah menghidupi keluarganya dan mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan manusia karena hewan itu memenuhi kebutuhan daging untuk dimakan manusia. Dia membayangkan seandainya keluarganya tidak mempunyai hewan tersebut atau keluarga-keluarga lain yang memelihara hewan berbadan besar itu. Pasti Razi tidak akan mampu mendapat pendidikan hingga ke bangku kuliah, meskipun Razi telah mendapat beasiswa penuh, mulai semester satu hingga delapan dalam kuliahnya.

Razi pun mulai mengajukan proposal tugas akhir kepada Dosen dengan tema yang aneh menurut dosennya karena belum adanya tulisan semacam itu sebelumnya. Dosen pun bertanya kepada Razi kenapa kamu mengambil tema Sejarah Peternakan, tema ini kan tidak ada dalam mata kuliah di jurusan ini, setahu saya belum ada yang pernah membahas tentang ini dan bagaimana kamu mencari data tentang tema ini?, Dosennya Berkata. Lontaran pertanyaan itu tidak menggoyahkan keinginan Razi dia menjawab lantang alasan dia memilih tema itu, dan masalah data adalah tanggung jawab Razi, kemanapun Razi akan mencari data itu.  Razi pun sempat mendapat berbagai cela’an dari kawan-kawannya, katanya: mau lulus berapa tahun lagi kamu zi? Kawan-kawannya yang menganggap bahwa tugas akhir sifatnya hanya administrative tidak perlu susah-susah mencari tema yang terpenting skripsi selesai dan mengenakan baju Toga.

Seperti ada pertarungan dalam pikiran Razi antara ketidak puasan terhadap jurusan yang dipilih dan kenapa jurusannya yang diawal perkuliahan, telah menjelaskan; Bahwa apapun di Dunia ini pasti ada Sejarahnya jadi itulah kelebihan Sejarah dari pada Jurusan yang lain. Razi pun ingin mencari tahu mungkin di negeri luar sana ada yang mempunyai keinginannya sama dengan Razi yang menulis tentang Sejarah Peternakan atau Hewan.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Sejarah yang Tak Terulang

    Masa Lalu gak akan muncul kembali namun kita setidaknya mampu belajar dari peristiwa masa lalu

IDEALISME SEMU

    Bicara tentang Idealisme, mungkin kata ini tak asing ditelinga Mahasiswa, apalagi Mahasiswa Aktivis yang menjunjung tinggi kata ini, berat rasanya buat siapapun Politikus, Negarawan, Agamawan,Sejarahwan dll, Bahkan Agamawan yang menjadi benteng keimanan, gejolak batin sontak timbul ketika kata itu tergadaikan materi-materi yang menggoda, Marx pun lebih jujur ketika menanggapi soal materi, Apa mungkin kejujuran Marx telah jadi realitas ditengah gempuran sistem yang semakin mencekik, Ah, Mungkin Kata itu hanya teks terbangkai yang selamanya akan menjadi Mitos para Pecandu Jabatan & Materi.

ASAP PEMBUNUH

    Berharap hujan datang dan memberi secercah harapan. Hujan dengarlah rintihan dan pekikan bayi, anak-anak, ibu, bapak, nenek dan kakek. Tak mampu berujar untuk menikmati nafas yang sebelumnya mereka hirup. Mata tak dapat melihat seperti yang sebelumnya mereka lihat. Hidup dalam miniatur neraka. Menyiksa, merusak tatanan kehidupan. Sudah lelah mereka merontah saling tuding tak ada jawaban datang dari bapak berkopiah, ber jas dan berdasi mewah. Seolah keadilan hanya sebuah fatamorgana bagi mereka. Di Hari Sumpah Pemuda ini para Motor Bangsa harus bertindak, tak hanya melihat, berujar dan saling menyudutkan. Semoga bangsa ini mampu bertahan dalam buaian pengkhianatan. Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015 #SaveRiau #SaveBorneo #SaveSumatra #SaveSingapore #SaveMalaysia

Pengunjung

    19.941